Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio mengatakan, penghargaan yang diraih Kota Tarakan di awal tahun ini bukan karena kerja keras pemerintah kota semata. “Tapi seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam keberhasilan ini. Penghargaan ini karena kerja keras kita semua,” kata Udin kepada wartawan.
Untuk itu, dia mengingatkan kepada seluruh warga Kota Tarakan untuk dapat mempertahankan prestasi ini dalam berbagai bidang. Tidak hanya untuk warga, dia mengingatkan kepada rekan-rekan PNS di Pemkot Tarakan. Dengan prestasi ini, berarti PNS dituntut untuk lebih peduli. “Ini memerlukan ketulusan dan keikhlasan,” ujarnya.
Meski sudah meraih penghargaan, wali kota mengakui masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan, terutama di bidang pendidikan. “Kita harus akui untuk bidang pendidikan masih perlu banyak pembenahan, meski saat ini kita berada diperingkat ketiga setelah Balikpapan dan Berau,” kata Udin.
Bagaimana meningkatkan mutu pendidikan tersebut? Menurut Udin, yang penting sekarang adalah bagaimana kita meningkatkan kemampuan tenaga pendidik khususnya guru, yaitu dengan melihat dan belajar ke daerah yang lebih maju pendidikannya.
“Ini harus kita akui, tantangan memang berat, tapi kalau kita mau maju, Insya Allah pasti bisa,” tuturnya.
Diakui wali kota, di daerah sendiri kita melihat masih banyak yang perlu dilakukan pembenahan, terutama sarana pendidikan sekolah yang masih banyak perlu kita benahi dan perbaiki. “Tapi bertahap karena kita sadari kemapuan dana sangat terbatas. Kita bersyukur untuk di Kaltim, Tarakan berada di urutan ketiga terbaik,” sahutnya.
Untuk 2010 ini, sambung Udin, perhatian pemerintah ke bidang pendidikan akan difokuskan ke peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur. Kedua ini akan menjadi prioritas dan harus sejalan secara sinergis. “Keduanya harus jalan. Untuk SDM; kita mengharapkan tenaga pengajar yang berkualitas, caranya kita coba untuk menyekolahkan guru,” bebernya.
Ada satu ide yang coba dilemparkan wali kota ke kepala dinas pendidikan, yaitu bagaimana menghargai prestasi ke anak-anak kita, misalnya dengan memberikan beasiswa kepada lulusan SMA/SMK. Misalnya untuk kebutuhan tenaga guru, mereka kita biayai dan sekolahkan, dengan harapan ketika lulus nanti mereka kembali ke Tarakan dan menjadi tenaga pendidik. “Mudah-mudahan ini menjadi bahan pertimbangan kepala dinas,” harapnya.(ddq)
Sumber : Radar Tarakan (13 Januari 2020)
Minggu, 24 Januari 2010
Pendidikan, Tarakan Terbaik Ketiga se-Kaltim
Tarakan Terbanyak Kedua Penerima Penghargaan
Raih Dua Panji dan 6 Tropi Penghargaan dari Gubernur KaltimSelama sembilan bulan memimpin, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang dipimpin Wali Kota H Udin Hianggio sudah berhasil meraih sejumlah penghargaan. Termasuk penghargaan tingkat nasional. Di sepanjang tahun 2009, Pemkot Tarakan meraih 3 penghargaan tingkat nasional, yaitu Piala Adipura (Juli 2009), Wahana Tata Nugraha (April 2009) dan Penghargaan Kota Sehat (November 2009).
Mengawali 2010 ini, di upacara HUT ke-53 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (11/1) di Stadion Sempaja Samarinda, Wali Kota Tarakan kembali menerima 8 (delapan) penghargaan sekaligus dari Gubernur Kaltim Awang Farouk. Penghargaan yang diterima tersebut terdiri dari 2 panji dan 6 tropi penghargaan.
Dua panji yang diterima adalah untuk penghargaan bidang kehutanan dan pembinaan generasi muda pramuka. Sementara delapan tropi penghargaan yang diterima adalah bidang Pendidikan, Kelautan dan Perikanan, Peternakan, Pengelolaan APBD, Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota, dan E-Government.
Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio yang ditemui di ruang kerjanya kemarin mengatakan, bukan penghargaan itu yang menjadi tujuan utama, tapi dengan diraihnya penghargaan, semakin memacu pemerintah kota untuk berbuat yang lebih baik kepada masyarakat.
“Alhamdulilah, Tarakan dihargai 2 panji dan 6 penghargaan (selengkapnya lihat grafis,Red.),” kata Udin.
Menurutnya, dengan penghargaan ini, setidaknya menjadi tantangan kedepan agar kita bisa mempertahankan itu menjadi lebih baik. “Sebenarnya, apa yang dilakukan gubernur adalah dalam rangka memberikan motivasi kepada daerah untuk berbuat, jadi bukan semata-mata penghargaannya,” kata dia mengingatkan.
Penghargaan di bidang kehutanan misalnya, komitmen pemerintah kota untuk terus melestarikan adanya hutan mangrove menjadi salah satu poin penting. “Yang penting sekarang adalah bagaimana kita komitmen untuk menambah luasan hutan kota kita, dalam rangka melestarikan hutan yang ada,” ujarnya.
“Untuk hutan mangrove ini, saya sangat apresiasi sekali untuk bagaimana menambah luasan-luasan hutan mangrove yang ada, misalnya di Kelurahan Mamburungan. Disana ada beberapa tokoh yang peduli dengan lingkungan hidup. Mereka mau memberikan kita lahan yang cukup bagus untuk kita pertahankan dan pelihara,” akunya.
Melihat hal ini, Udin mengaku bangga karena ternyata bukan hanya pemerintah saja yang peduli dengan lingkungan, tapi masyarakat juga. “Kami hargai itu,” ujarnya.
Untuk itu, kedepan pemerintah akan memikirkan untuk memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh peduli lingkungan tersebut, tidak hanya dalam bentuk secarik kertas, tapi bagaimana mereka bisa dibantu pemerintah dalam segi pendanaan sehingga ada kebanggan tersendiri buat mereka.
Tidak hanya itu, wali kota mengaku sudah meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tarakan, jika ada tambak-tambak yang tidak produktif lagi, untuk dapat dibebaskan.
“Tapi dengan harga yang pantas karena ini bukan untuk kepentingan pemerintahan, tapi untuk kepentingan pelestarian lingkungan dan hutan itu sendiri,” jelas Udin.
Dengan catatan, pembebasan itu peruntukannya bukan untuk tambak lagi, tapi hanya untuk hutan mangrove.
“Kita mengharapkan ketika ini dibebaskan, tujuannya untuk bagaimana mengembangkan potensi hutan mangrove kedepan,” tuturnya.
Soal panji pembinaan generasi muda pramuka yang diterima, menurut wali kota mengacu kepada pembinaan pramuka di daerah. Menurut wali kota, kedua panji yang diterima ini tentu ada kaitannya.
“Pramuka juga harus terlibat dalam pelestarian hutan di daerah. Dengan panji ini, setidaknya jadi pemacu kepada pramuka untuk lebih kreatif bagaimana peduli kepada lingkungan,” pesannya.
Tidak hanya itu, panji ini juga memacu pemerintah daerah untuk memperhatikan kebutuhan pramuka kedepan, karena mereka adalah generasi penerus yang penuh dengan kreasi baru.(ddq)
Sumber : Radar Tarakan (13 Januari 2020)
Anggota KBT
- 4 Mie
- 4dyxtm - Blog Anak IT
- 5 Setia
- Adrianinur Humas
- Adu SEO
- Agustinus Wiharja
- Andi Tarakan
- Anti Serangga
- Ard1z Wordpress
- Ardiz Tarakan Borneo
- Ardy Rizal
- Ari Jokers Secret
- Aris to School
- Asman Guns
- Atilias
- Awalsan Blog
- Bangkit 07
- Batiex Poetih Organizer
- Bau Man
- Betina Comel
- Bisnis Tarakan
- Blog Media Info
- Bullah 10
- Cah DBS Tarakan
- Cha Leophatra
- Cimot Tarakan
- Danang Setya
- Darmal'S Blog
- Demi Nilai
- Denrama Speed
- Derique Showbiz
- Des Teng Teng
- Desta Unperfect
- Dhita Mungil 19
- Dicky Sumastyono
- Diponegoro Jaya
- Dunia Siti
- eChO TapMan Blogz
- Eko Com
- Eno Chamestry
- Fekon IESP UB
- Fenny Susan
- Feny Arisa
- Galeri Info Adentya STM
- Game PClub
- Green Production
- Gudang Tips Kita
- Gunawan Wibisono PKS
- Herry Fitrian
- Ikhsan Jos
- Ilha 25
- Ipin Tarakan
- Ipin Tarakan
- Kaleng Band
- Keluarga Ardiz
- Kiky 250790
- Kiky Ocha
- Kuliah Cinta
- La Oky
- Linaku 7
- LuPpl3 D bLoGs
- Lupuz Tarakan
- Marco Tarakan Kota
- Mardhiyyah SMP 1 Tarakan
- Maria Ozawa Miyabi
- Maya Alviana
- Meidy 2009
- Moris STM
- Muril Monokuroboo
- Neter Holic
- New Best Boy Club
- Noname Squad
- On My Site
- Ophie Cemot
- Panda Kuno
- Pasar Tarakan
- Percetakan Mini Offset Tarakan
- Poliagro Kalimantan Timur
- PortalBlog.co.cc
- Poshan
- Puisi Dari Tarakan
- Putera Soul of Life
- Putri Tarakan
- Rex Erlangga
- Rian Irmaja
- RooRoh Info Blog
- Rumah Makan Nelayan
- Rusly Tarakan Borneo
- Santy Marlina
- Satpol PP Tarakan
- See Alfi
- Simple Girl 93
- Smartez 18
- Takapana
- Tarakan Game Station
- Tarakan Wookeh
- The Fate Stay Blog
- TJR Community
- Toto Moer
- Trisno Radar Tarakan
- Ulfat Azkiya
- Ulie Ciemouth
- Visit Tarakan
- Wah Blog Pertamaq
- Wi-Capt
- Wijaya PPKIA
- Wookeh eButik Collections
- Xostxanted
- Yahya Zein
- Yuni Bisa
- Zahrotushita
















